“Standar Menilai Teori dalam Metode Ilmiah pada kajian Filsafat Ilmu”

 Della Futvy s/@jurnalku20

Berisi tentang pengertian penelitian metode ilmilah dari 2 tokoh filsuf Popper dan Thomas Khun, belajar dari kristisme yang di kembangkan leh popper dan revolusi ilmiah dari Thomas Khun sikap positif terhadap penolakan dan belajar sebanyak mungkin dari penolakan, kita selayaknya terutama yang bergerak dalam bidang penelitian, pendidikan, dan akademisi harus siap di kritik dan juga siap mengkritik.

Banyak ilmuwan mengemukakan bahwa metode ilmiah yang dikemukakan oleh Bacon dan Popper itu terlalu sederhana dan kurang memadai. Mereka mengemukakan bahwa metode ilmiah terdiri atas serangkaian kegiatan yang berupa : pengenalan dan perumusan masalah, pengumpulan informasi yang relevan, perumusan hipotesis, pelaksanaan eksperimen dan publikasi atau penyebaran informasi. 
 
Orang yang berfikir mementingkan kegunaan termasuk orang yang berfikir biasa, orang yang berfikir dengan menekankan pada kebenarannya adalah manusia yang berfikir ilmilah, apabla manusia berfikir secara mendasar (Komperhensif) dan spekulatif melalui batas penggalaman maka manusia itu sedang berfikir secara filsafat. Filsafat ilmu pembahasannya lebih di fokuskan kepada proses penemuan ilmiah secara logis dan krisis. Jurnal ini lebih menguraikan berbagai teori tentang metode ilmilah dan standart dalam menilai teori-teori ilmiah yang telah di lakukan oleh para tokoh terdahulu.
Pada dasarnya ilmu pengetahuan itu ada karena manusia terus berusaha mencari tahu dari ada yang tidak di tahuinya, karena manusia di berkati tuhan akal dan fikiran. Pengetahuan itu dapat di peroleh dari hasil suatu usaha. Selain itu juga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang terbentuk pada diri masing-masing individu tergantung dari pengetahuan dan pengalaman individu tersebut sebelumnya  Pengetahuan juga bisa dipeoleh dari informasi yang diberikan kepadaorang lain kepada kita, dengan demikian bentuk pengetahuan akan berbeda-beda bagi individu dengan individu yang lainnya, karena perbeda pandangan dan cara otak atau fikiran dia  menangkap sebuah pengetahuan. Pengetahuan ini biasa disebut pengetahuan saja atau dalam bahasa Inggris disebut knowledge. Pengetahuan itu, dapat pula diperoleh melalui pengalaman yang tidak hanya melalui indera, tetapi juga diperoleh melalui suatu eksperimen.
Filsafat pada dasarnya membahas tentang hakekat segala yang dimulai dari pemikiran manusia tentang alam dan segala sesuatu yang ada dan menjadikannya lebih luas lagi, yang dimaksud luas disini mencangkup semua ilmu yang di kenal orang pada masa itu. Di masa abad 18 fisika masih di sebut sebagai “filsafat alam”. Ilmu ekonomi dahulu disebut sebagai “filsafat moral”, sejak pertengahan abad 19 ilmu fisika, kimia, biologi disebut “ilmu kealaman” dan bukan bagian dar filsafat alam. Pada abat 20 fisika, kimia, biologi, psikologi, serta ilmu-ilmu sosial seperti ilmu ekonomi, ilmu pendidikan, sosiologi, ilmu hukurn, dan ilmu politik telah dinyatakan sebagai "ilmu-ilmu empiris".
Dengan demikian ilmu berkembang menjadi lebih banyak dan lebih luas sehingga banyak caang-cabang ilmu di di bahasa lebih mendasar. Dengan demikian ilmu itu lahir dan terlepas dari filsafat sebagai induknya. Meskipun dalam, perkembangannya filsafat telah melahirkan ilmu-ilmu yang bersifat mandiri, tidak berarti bahwa hubungan antara ilmu dan filsafat telah putus, karena masih ada dan perlu ada interaksi antara keduanya. Sebagai contoh filsafat bertugas antara lain untuk membuat analisis tentang konsep-konsep dan asumsi-asumsi ilmu dalam hal arti dan validitasnya. Selain itu filsafat juga mengatur hasil berbagai ilmu dalam suatu pandangan hidup yang terintegrasi, komprehensif dan konsisten. Sebaliknya sikap ilmiah yang merupakan landasan perkembangan ilmu, dirasakan amat bermanfaat pula bagi perkembangan filsafat. Dengan demikian bisa dipahami ilmu dan filsafat saling berkaitan dan saling membutuhkan.

*      Metode ilmiah popper

Ide-ide popper mudah dipahami dibandingkan dengan metode yang mengikuti teori belajar induktif. Ada asas yang mendasari teori popper. Pertama, penyelidikan tidak boleh dimulai dengan observasi yang memihak, tetapi justru harus focus pada satu persoalan. Kedua asa ini berasal dari  pandangan popper tentang hakekat belajar, terutama hakekat berfikir yang kreatif, Arti penting pembuktian secara empiris berasal dari asas-asas dasar ini tujuan sains adalah menjelaskan secara benar dunia pengalaman kita, dan terhadap hasil Observasi dan Eksperimen. Kritisisme paling kuat dari sebuah teori yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu terletak dalam pertentangannya dengan apa yang kita alami atau hasil Eksperimen kita. Popper (1968:49-54) mencirikan teori metode ilmiah: “ Teori metode selama berjalan di luar analisi logis tentang hubungan di antara pernyataan-pernyataan ilmiah, berkaitan dengan pilihan metode jelas, kaidah-kaidah (Metadologis) sangatlah berbeda dari kaidah-kaidah yang biasanya disebut “Logis”. Popper (1968-279) menggambarkan teori sebagai “dugaan yang berani dan sangat imajinatif” yang “secara hati-hati dan bijaksana di kontrol oleh pembuktian, “dan ia terus berkata:“Metode penelitian kami tidak di tujukan untuk mempertahankan (teori-teori ini) agar dapat membuktikan betapa benar pandangan kami. Sebaliknya, kami mencoba meruntuhkan. Dengan menggunakan semua senjata logis, matematis dan teknis, kami mencoba membuktikan bahwa (teori-teori kami) adalah salah, agar dapat mengemukakan (teori-teori yang lain) sebagai gantinya. inti metode ilmiah popper terletak pada penyelidikan yang mengombinasikan teori-teori yang berani dengan kritisisme tajam dari teori-teori ini.  

*      Metode Ilmiah Thomas Kuhn

Khun merupakan seorang filsuf sains yang menekankan pentingnya sejarah sains dalam perkembangan sains. Dengan sejarah sains, ilmuwan akan memahami kenyataan sains dan aktivitas sains yang sesungguhnya bagi Kuhn perkembangan itu bersifat tidak sinambung dan tidak dapat diperbandingkan antara satu teori dengan teori lainnya. Sebaliknya Kuhn berpendapat bahwa perkembangan sains tersebut bersifat revolusioner karena bagi Kuhn sejarah itu bersifat tidak sinambung dan perkeinbangan sains ditandai dengan loinpatan-lompatan revolusi ilmiah. Revolusi ilmiah merupakan proses peralihan dari paradigma lama keparadignia baru. Revolusi Ilmiali terjadi karena adanya persepsi ilmuwan terhadap kekurangan paradignia yang dianutnya dalam memecahkan masalah realitas alam. Semula ilmu menggunakan paradigma tertentu yang diyakini dapat membantu memecahkan masalah alamiah. Pada saat ini ilmuwan menjadikan paracligma tersebut sebagai pedoman dalam melakukan aktivitas ilmiahnya. perkembangan sains menurut Kuhn bersifat revolusioner,revolusi ilmiah merupakan proses peralihan dari paradigma lama keparadigma baru dalam diri para ilmuwan, danproses terjadinya revolusi ilmiah bermula dari digunakannya suatu paradigma dalam masa sains normal.

Dengan menumpuknya anomali kemudian timbul krisis yang mengakibatkan para ilmuwan meninggalkan paradigma lama dan menggunakan paradigma baru yang disepakati para ilmuwan,

Metode ilmilah terdiri atas pengenala dan perumusan masalah, pengumpulan informasi yang relevan, perumusan hepotesis, pelaksanaan eksperimen dan publikasi atau penyebaran informasi Ada dua asas yang mendasari teori metode ilmiah, yaitu: Pertama, penyelidikan harus fokus pada satu persoalan; Kedua, usaha untuk menemukan sebuah solusi harus merupakan usaha untuk menggabungkan dugaan yang berani dengan kritisisme yang tajam.
Belajar dari kritisisme yang di kembangkan oleh Popper dan revolusi ilmiah dari Thomas Kuhn, sikap positif terhadap penolakan dan belajar sebanyak mungkin dari penolakan, kita selayaknya terutama yang bergerak dalam bidang penelitian, pendidikan, dan akademisi harus siap di kritik dan juga siap mengkritik. Selain itu belajar dari penolakan pun bukan sesuatu yang jelek, tetapi justru akan memacu kita untuk menghasilkan yang lebih baik. 
Disini kita akan di uji, apabila kita siap untuk berbeda pendapat, perbedaan pendapat bukan sesuatu yang di haramkan, tetapi justru merupakan suatu rahmat. Kata sebuah pepatah, benturan pendapat itu akan memercikkan kebenaran, asalkan tujuannya tidak sekedar berbeda pendapat, melainkan untuk bersama-sama mencari kebenaran.

D.   Rekomendasi isi jurnal untuk mata kuliah filsafat ilmu

Sangat di rekomendasikan karena dalam jurnal ini juga menyinggung perjalanan ilmu pengetahuan dan filsafat ilmu, dapat dipelajari dan di pahami, berikut kutipan jurnal ” Dengan demikian filsafat itu pada awalnya membahas tentang hakekat segala hal dan dimulai dengan pemikiran manusia mengenai alam dan segala peristiwa yang ada yang kemudian berkembang lebih luas lagi. Jadi bidang bahasanya amat luas yaitu mencakup semua ilmu yang dikenal orang pada masa tertentu.” Penelitian yang di tulis penulis cocok untuk mata kuliah yang sedang saya tempuh yaitu filsafat ilmu, dan bisa juga untuk menambah bahan bacaan dan wawasan.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar, komponen, dan Fasiltas Pendukung Terlaksananya E-learning

Filsafat Kewarganegaraan