Konsep Dasar, komponen, dan Fasiltas Pendukung Terlaksananya E-learning
Dellafutvy/ https://jurnalku20.blogspot.com/2020/09/konsep-dasar-komponen-dan-fasiltas.html
Perkembangan teknologi informasi (IT) saat ini berkembang sangat pesat. Mulai dari bisnis, iklan, news, dan pembelajaran online. Semua informasi ada di gengaman, kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi ataupun berita (news) terupdate yang sedang terjadi di belahan dunia atau di era sekarang sering disebut viral, tersebar luas dengan cepat melalui jaringan internet. Hal ini tentu saja berdampak besar pada hubungan antar individu dan antar kelompok, politik, ekonomi bahkan berdampak juga pada sector antar Negara (Internasional). Majunya perkembangan teknologi informasi (IT) tidak terlepas dari kemampuan sumber daya manusia yang ada. Dimasa pandemic Covid-19 ini kita bisa memanfatkan teknologi informasi berbasis jaringan internet untuk melakukan pempelajaran jarak jauh online E-learning tanpa harus bertatap muka langsung untuk menghindari penyebaran virus. E-learning ada dan berkembang pada tahun 1924 sebelum abad melenium, perkembangannya mucul diiringi dengan perkembangan teknologi seperti computer, handphone (smartphone), dan jaringan internet. Menurut (madao,2008) Perkembangan e-learning dari waktu ke waktu. Pengunaan istilah kata “e-learning” ada sejak tahun 1990 yang digunakan pertama kali di seminar system CBT, kemudian muncul istilah-istilah “pembelajaran online”, ataupun “pembelajaran virtual”. Pengunaan e-learning terbentuk sejak abad ke-19. Dari tahun 1990 e-learning masih berlanjut hingga sekarang dan terus berkembang untuk menyediakan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran secara online e-learning yang saat ini ada dan digunakan di Indonesia lewat pengunaan aplikasi seperti antara lain: edmodo, quipper school, ruang guru, skype, zenius, brianly, google classroom, google meet, zoom dan masih banyak lagi. Semakin exisnya pembelajaran secara e-learning tidak membuat sekolah-sekolah meninggalkan system pembelajaran tradisional.
E-learning adalah pembelajaran yang dilakukan melaui media elektronik seperti computer/ laptop, internet, handphone, proyektor, radio dan didampingi tutor yang ahli apabila mengalami kesulitan dalam pembelajaran E-learning. Menurut Dong (dalam Kamarga, 2002, dalam srirahayu 2010) mendefinisi-kan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Siswa dibebaskan mencari infomasi dalam mencari sumber belajarnya secara mandiri. Konsep dasar pembelajaran secara E-learning semua atau setiap orang, siapa pun dan dimana pun bisa bisa belajar secara E-learning mengunakan ICT. Kini pembelajaran E-learning sudah dikembangkan di perguruan tinggi Indonesia. Dalam menjalankan pembelajaran secara E-learning ada beberapa komponen yang harus ada Secara khusus menurut (Clark & Mayer, 2003) e-learning memunyai ciri-ciri antara lain memiliki content yang relevan dengan tujuan pembelajaran, menggunakan metode instruksional, misalnya penyajian contoh dan latihan, membangun pemahman dan kemampuan yang terkait dengan tujuan pembelajaran baik secara perorangan atau kelompok, Menggunkan elemen-elemen seperti kata-kata dan gambar-gambar untuk menyempaikan materi pembelajaran. (Sanaky, 2009: 208). Komponen-komponen e-learning yang diperlukan diantaranya sebagai berikut:
1. konten E-learning berupa materi pembelajaran (bahan ajar) atau sumber belajar atau Learning Management System, komponen ini sangat penting dalam pembelajaran e-learning, jika tidak ada konten e-learning siswa tidak ada bahan untuk belajar mandiri, karena pembelajaran e-learning tidak dilakukan secara face to face tetapi melalui perantara media elektronik yakini Konten e-learning berbentuk multimedia (Multimedia-based Content) missal: text, images, animasi, vedio, bisa juga mengunakan slide persentasi, LKS, LMS (Learning Management System), modul yang di manfaatkan siswa/ mahasisawa sebagai bahan belajar dan mengunakan bahan pendukung seperti kurikurum, silabus, RPP atau mengunakan link.
2. E-tutoring/ E-mentoring sebagai sarana interkasi umpan balik kepada siswa atau mahasiswa jika mengalami kesulitan atau ingin menanyakan materi pembelajaran yang dikira kurang dimengerti. Namun tidak secara langsung tetapai secara online dalam pelaksanaan E-learning biasanya disediakan forum untuk bertanya kepada tutor atau mentor. Tutor yang dimaksud adalah ahli materi (materi instruksional), dosen, guru, dan teknisi.
3. Pembelajaran karboratif, merupakan aktivitas yang berasal dari kegiatan diskusi melalui forum yang disediakan atau difasilitasi, adanya aktivias atau kolaborasi antar siswa maupun dengan tutor/ mentor interaksi missal perkenalan, diksusi pembelajaran kelompok, refleski, sarana informasi, adanya tugas essay, kuis, tugas online, maupun tugas offline.
4. Ruang kelas virtual, tempat terjadinya pembelajaran e-learning ada beberapa pilihan dalam pemilihan kelas virtual missal website atau aplikasi dll. Didalam kelas virtual tutor atau sering disebut dengan E-tutoring menjagar atau menyampaikan konten materi dan bahan ajar dari jarak jauh secara real time. Mode pembelajaranya mirip dengan metode pembelajaran tradisional dipimpin oleh e-tutoring atau dosen, guru dengan waktu yang fleksibel, kapanpun dan dimanapun. Mahasiswa juga bisa melakukan komunikasi melaui e-mail.
Komponen-komponen tersbut harus dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung pelaksaan pembelajaran e-learning. Fasilitas pelaksanaanya mencangkup : sarana prasarana seperti aplikasi atau system, website, insfaktutur (wifi, server) dan fasilitas IT, sumber daya manusia (SDM), konten (materi pembelajaran), digital library, support, Koneksi internet untuk kelancaran pelaksanaan, ruang kelas E-learning, forum interaksi dosen dan mahasiswa. Biasanya kampus menyediakan media proyektor sebagai pembelajaran dan menyediakan website online khusus mahasiswa dan dosen untuk melakukan pembelajaran online e-learning. Guru atau dosen menempatkan diri sebagai fasilitator atau mitra belajar para mahasiswa/ siswa.
E-learning juga mempunyai Karateristik, ada beberapa karakteristik yakini berupa : user bebas mekases pembelajaran sesuai kebutuhan (non linearity), dosen mengelola proses belajar dengan instuktur yang dibuatnya, pembelajaran dilakukan secara interaktif disediakan feedback, menyediakan falisitas multimedia, waktu yang digunakan sangat fleksibel, Menurut (Merry Agustina, 2013) Karakteristik e-learning diantaranya adalah:
1. Non-linearity, Pemakai (user) bebas untuk mengakses objek pembelajaran dan terdapat fasilitas untuk memberikan persyaratan tergantung pada pengetahuan pemakai.
2. Self-managing, Dosen dapat mengelola sendiri proses pembelajaran dengan mengikuti struktur yang telah dibuat.
3. Feedback-Interactivity, Pembelajaran dapat dilakukan dengan interaktif dan disediakan feedback pada proses pembelajaran.
4. Multimedia-Learners style, E-learning, menyediakan fasilitas multimedia. Keuntungan dengan menggunakan multimedia, siswa dapat memahami lebih jelas dan nyata sesuai dengan latar belakang siswanya.
5. Just in time, E-learning menyediakan kapan saja jika diperlukan pemakai, untuk menyelesaikan permasalahan atau hanya ingin meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.
6. Dynamic Updating, Mempunyai kemampuan memperbaharui isi materi secara online pada perubahan yang terbaru.
7. Easy Accessibility/ Access Ease, Hanya menggunakan browser(dan mungkin beberapa device yang terpasang).
8. Collaborative learning, Dengan tool pembelajaran memungkinkan bisa saling interaksi, maksudnya bisa berkomunikasi secara langsung pada waktu yang bersamaan (synchronous) atau berkomunikasi pada waktu yang berbeda (asynchronous). Pemakai bisa berkomunikasi dengan pembuat materi, siswa yang lain.
Setiap proses pembelajaran selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan begitu juga dengan pembelajaran E-learning. Ada beberapa kelebihan diantaranya: memberikan penggalaman yang menarik pada mahasisa karena bersentuhan langsung dengan dunia teknologi yang jaungkauannya luas, adanya fasilitas penunjang belajar, jadwal terjadwal secara online melalui internet, mahasiswa belajar mandiri, materi tersimpan dengan mudah dapat dibuka dimana saja dan kapan saja, menghemat biaya pendidikan, mencari tambahan informasi atau sumber belajar dengan mudah karena terhubung dengan koneksi internet, mahasiswa tidak bergantung sepenuhnya kepada pengajar atau dosen, dapat melakukan diskusi tanpa harus bertatap muka, mahasiwa menjadi aktif, waktu menjadi fleksibel dan efisien, mengurangi pengunaan kertas atau papper karena mengirimkan tugas lewat email dalam bentuk software. Kemudian apa kelemahan E-learning? Berikut kelemahanya : tidak semua tempat tersedia jaraingan internet, kurangnya pemahaman progamer computer, mahasiswa terlalu mengandalkan google untuk browsing, dosen yang tadinya aktif menjelaskan hanya mengupdate materi belajar dan cenderung memberi tugas yang berlebih ke mahasiswa, belajar dengan elektonik (computer, laptop, smartphone) yang terlalu sering membahayakan kesehatan mata, cenderung mengabaikan interaksi sosial, berubahnya motivasi dan cara belajar mahasiswa, diskusi terhambat jaringan, interkasi dengan dosen tidak otomatis terbalas cepat, kurang aktif dalam kegiatan nyata atau di lingkungan sosialnya.
Kesimpulannya pembelajaran secara E-learning konsep dasarnya adalah pembelajaran yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun dan siapapun bisa melakukan pembelajaran secara bebas sesuai kebutuhannya. E-learning ataupun oline e-learning bermanfaat menyajikan atau memfasilitasi media belajar yang mudah untuk mahasiswa atau siswa, didalamnya e-learning juga terdapat komponen-komponen sebagai penunjang leancaran pelaksanaan pembelajaran. Belajar secara fleksibel dan tidak bergantung pada pengajar atau dosen. Pembelajaran yang memanfaatkan media computer atau PC, laptop, tablet, dan smartphone dengan terhubung koneksi internet atapun dengan media CD/DVD. Materi yang di sajikan sangat beragam dari power point, softfile buku (E-book). Mahasiswa bisa mengatur belajar sendiri. Dibalik itu semua e-learning mempunyai kelebihan dan kelemahan didalamnya.
Reverensi
Blundo , Daniele and Martino, Massimiliano. (2010) E-learning methodologies A guide for designing and developing e-learning. Government of germany and Agriculture Organization of the United Nations. file:///C:/Users/User/Downloads/i2516e.pdf
Agustina, Riska. (2016) Sejarah, Tantangan, dan Faktor Keberhasilan Dalam Pengembangan E-learning. Makalah. file:///C:/Users/User/Downloads/OAJIS_31_1666.pdf

Komentar
Posting Komentar